Pemakaian Baterai EV Dunia Tembus 844,2 GWh

Pemakaian Baterai EV Dunia Tembus 844,2 GWh

Penggunaan baterai kendaraan listrik di dunia mencapai 844,2 gigawatt-hour (GWh) sepanjang Januari-Agustus 2026, naik 19,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Data SNE Research itu dirilis pada 2 Oktober 2026, di tengah langkah Indonesia memulai ekspor perdana baterai kendaraan listrik.

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan ekspor tersebut pada Kamis, 8 Oktober 2026, dari kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara. Peristiwa itu menandai keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global.

Penggunaan baterai EV global tumbuh 19,7 persen

Angka 844,2 GWh merangkum energi baterai yang terpasang pada kendaraan yang diregistrasikan di 80 negara. Cakupan penghitungan SNE Research meliputi mobil listrik murni, kendaraan plug-in hybrid, dan hybrid.

Dengan demikian, data tersebut menggambarkan penggunaan baterai pada kendaraan yang tercatat di pasar-pasar yang masuk dalam pemantauan. Angka itu bukan semata-mata jumlah baterai yang diproduksi, ataupun ukuran kapasitas produksi setiap perusahaan.

Perbedaan ini penting saat membaca pemeringkatan produsen. Besarnya penggunaan baterai yang terpasang dapat menjadi tolok ukur untuk melihat posisi perusahaan di pasar, tetapi angka total dalam ringkasan belum merinci kontribusi tiap produsen.

Perbandingan dengan periode Januari-Agustus tahun sebelumnya menunjukkan kenaikan 19,7 persen. Namun, ringkasan data yang tersedia tidak memuat angka per negara, jenis kendaraan, maupun nama perusahaan beserta pangsa baterainya. Karena itu, daftar produsen terbesar tidak dapat disusun hanya dari angka agregat tersebut.

Ekspor perdana baterai Indonesia dari IWIP

Peluncuran ekspor baterai dari IWIP berlangsung enam hari setelah data SNE Research dirilis. Momentum itu menempatkan perkembangan industri Indonesia berdampingan dengan pertumbuhan penggunaan baterai kendaraan listrik dunia, meski keduanya mengukur hal yang berbeda.

Data SNE berbicara tentang baterai yang telah terpasang pada kendaraan terregistrasi di 80 negara. Sementara itu, informasi ekspor Indonesia dalam bahan yang tersedia mencatat peluncuran pengiriman perdana dari kawasan industri di Halmahera Tengah. Tidak ada angka volume, nilai ekspor, negara tujuan, atau nama perusahaan pengirim yang dicantumkan.

Karena rincian tersebut tidak tersedia, peluncuran ini belum cukup untuk mengukur porsi Indonesia dalam pasar baterai global. Namun, peristiwa itu menunjukkan bahwa produk baterai kendaraan listrik dari Indonesia mulai masuk ke jalur ekspor, sebuah perkembangan yang relevan ketika penggunaan baterai di berbagai pasar terus bertambah.

Pemeringkatan produsen perlu dibaca dengan cermat

Judul bahan awal merujuk pada sepuluh produsen baterai kendaraan listrik dunia. Akan tetapi, bagian data yang disertakan hanya menjelaskan pertumbuhan penggunaan baterai dan metode penghitungan SNE Research; nama maupun urutan sepuluh perusahaan tidak tercantum.

Tanpa rincian pemeringkatan, menyebut perusahaan tertentu sebagai produsen nomor satu atau dua berisiko menghasilkan informasi yang tidak didukung data dalam bahan ini. Pembaca yang ingin membandingkan para pemain perlu melihat tabel lengkap SNE Research, termasuk periode pengukuran dan definisi metrik yang digunakan.

Angka 844,2 GWh memberi gambaran tentang besarnya baterai yang digunakan pada kendaraan di negara-negara yang dipantau, sedangkan ekspor perdana dari IWIP menjadi penanda langkah industri Indonesia. Data berikutnya mengenai produsen, pasar tujuan, dan volume ekspor akan membantu memperjelas posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang terus berkembang.