Juru Bicara Artesh Iran, Brigadir Jenderal Akrami-Nia, menyatakan Amerika Serikat tidak berani mendekati Selat Hormuz hingga jarak 500 kilometer dari pantai Iran. Ia menyampaikan klaim itu saat menjelaskan peningkatan kemampuan pertahanan udara Iran dan mengkritik kehadiran AS di kawasan tersebut.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Akrami-Nia mengatakan kemampuan pertahanan udara pasukan bersenjata Iran kini lebih tinggi dibandingkan saat menghadapi dua perang yang disebutnya sebagai perang yang dipaksakan kedua dan ketiga. Ia tidak merinci dalam laporan itu kapan peningkatan tersebut dilakukan maupun ukuran yang digunakan untuk membandingkan kemampuan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan di tengah pembahasan mengenai latihan bersama pasukan Artesh—angkatan bersenjata reguler Iran—dan Angkatan Udara-Antariksa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Akrami-Nia menyebut latihan tersebut menjadi ajang untuk menguji perlengkapan pertahanan udara dan taktik tempur yang telah diperbarui.
Iran sebut pertahanan udara diperkuat
Akrami-Nia menggambarkan latihan bersama Artesh dan IRGC sebagai bagian dari pengujian kemampuan militer Iran. Peralatan serta taktik baru, menurut dia, telah diuji dalam rangkaian latihan itu. Laporan Pars Today tidak menyebut jenis peralatan, lokasi latihan, ataupun waktu pelaksanaannya.
Klaim mengenai peningkatan pertahanan udara tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan juru bicara Artesh. Ia membandingkan kemampuan Iran saat ini dengan situasi pada dua perang sebelumnya yang disebutnya sebagai perang yang dipaksakan. Namun, laporan itu tidak menguraikan lebih jauh konflik yang dimaksud ataupun menyajikan penilaian independen atas kemampuan militer Iran.
Pernyataan Akrami-Nia juga memuat klaim tentang posisi Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz. Ia mengatakan AS berada lebih dari 500 kilometer dari pantai Iran dan menyebut negara itu tidak berani mendekat. Klaim tersebut disampaikan sebagai penilaian pejabat militer Iran; laporan sumber tidak menyertakan tanggapan dari pihak Amerika Serikat.
Kapal dagang diminta berkoordinasi
Di tengah pernyataan mengenai aktivitas militer, Akrami-Nia menyampaikan imbauan kepada pemilik kapal dagang yang hendak melintasi Selat Hormuz. Mereka, kata dia, perlu berkoordinasi dengan pasukan bersenjata Iran dan memperoleh izin dari lembaga pengelola jalur laut Teluk Persia.
Imbauan itu menunjukkan bahwa Iran menempatkan pengaturan pelayaran di selat tersebut sebagai bagian dari isu keamanan yang dibicarakan. Namun, sumber tidak menjelaskan prosedur untuk memperoleh izin, lembaga yang dimaksud secara rinci, atau bagaimana imbauan tersebut diterapkan terhadap kapal-kapal yang melintas.
Akrami-Nia menilai intervensi dan kehadiran Amerika Serikat menjadi faktor yang memicu ketidakamanan di Selat Hormuz serta merugikan ekonomi global. Ia menyebut pengusiran Amerika sebagai satu-satunya jalan untuk memulihkan stabilitas di kawasan itu. Pernyataan tersebut mencerminkan posisi pemerintah Iran sebagaimana disampaikan oleh juru bicara Artesh, bukan kesimpulan bersama dari pihak-pihak yang terlibat.
Ancaman soal rencana operasional
Akrami-Nia menambahkan bahwa Iran memiliki rencana-rencana operasional yang dapat membuat Amerika Serikat bergerak lebih jauh dari kawasan. Ia mengatakan AS akan pergi ke wilayah yang lebih jauh lagi dalam beberapa hari mendatang jika rencana itu dijalankan. Laporan sumber tidak memerinci bentuk rencana tersebut, sasaran, maupun langkah yang akan ditempuh.
Dengan demikian, pernyataan juru bicara Artesh memadukan klaim kemampuan pertahanan, kritik terhadap kehadiran AS, dan pesan kepada pelaku pelayaran. Selat Hormuz ditempatkan Iran sebagai wilayah yang berkaitan langsung dengan keamanan dan kepentingan ekonomi global. Namun, rincian tentang latihan, mekanisme izin kapal, dan rencana operasional yang disebutkan masih terbatas dalam laporan tersebut.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada langkah yang benar-benar diambil para pihak dan bagaimana aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dikelola. Untuk saat ini, pernyataan Akrami-Nia memberikan gambaran sikap Iran, sementara klaim mengenai jarak pasukan AS dan kemampuan pertahanan Iran belum disertai verifikasi independen dalam sumber yang tersedia.

