Maximo Quiles memastikan diri sebagai juara dunia Moto3 2026 setelah memenangi balapan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026). Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team itu mengunci gelar saat musim masih menyisakan lima seri.
Quiles memulai balapan dari posisi keenam. Ia kemudian menemukan momentum untuk merebut posisi terdepan dan mempertahankannya hingga melintasi garis finis. Kemenangan tersebut sekaligus menambah 25 poin bagi pembalap asal Spanyol itu.
David Almansa finis di urutan kedua, disusul Brian Uriarte di posisi ketiga. Quiles mencatat waktu 32 menit 36,821 detik, sedangkan Veda Ega Pratama menjadi pembalap Indonesia dengan finis keenam.
Kemenangan di Mandalika mengunci gelar Moto3
Tambahan poin dari balapan Mandalika membawa Quiles mengoleksi 351 poin di puncak klasemen sementara. Almansa berada di posisi kedua dengan 219 poin, sementara Uriarte menempati peringkat ketiga dengan 203 poin.
Jarak Quiles dengan Almansa kini mencapai 132 poin. Dengan lima seri masih tersisa, hasil di Mandalika cukup untuk memastikan takhta juara dunia menjadi milik Quiles. Ia mengamankan gelar pada musim keduanya di kelas Moto3.
Musim lalu, Quiles menutup kompetisi di peringkat ketiga klasemen dengan 274 poin. Tahun ini, pencapaiannya melesat lebih jauh. Ia tidak hanya menjadi pemenang di Mandalika, tetapi juga menuntaskan persaingan perebutan gelar sebelum rangkaian balapan berakhir.
Keberhasilan itu diraih setelah balapan yang tidak dimulai dari barisan terdepan. Dari posisi keenam, Quiles mampu bergerak ke depan dan menjaga keunggulannya. Konsistensi di fase akhir lomba membawanya menjadi pembalap pertama yang menyentuh garis finis.
Quiles berterima kasih kepada penonton Indonesia
Usai balapan, Quiles menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang mendukungnya di Mandalika. Ia mengatakan dukungan penonton memberinya kekuatan dalam lomba yang sekaligus memastikan gelar juara dunia tersebut.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang memberi saya kekuatan,” kata Maximo Quiles kepada Ketik.com usai balapan.
Ia juga mengajak para pendukung untuk merayakan pencapaian itu. Ucapan tersebut disampaikan setelah ia naik podium tertinggi, dengan Almansa dan Uriarte menemaninya sebagai peraih posisi kedua dan ketiga.
Mandalika menjadi lokasi penting dalam perjalanan musim Quiles. Ia meraih kemenangan di hadapan penonton Indonesia, sekaligus menyudahi persaingan gelar ketika kalender Moto3 masih menyisakan lima balapan. Hasil itu menegaskan besarnya keunggulan yang telah ia bangun sepanjang kompetisi.
Veda Ega finis keenam dan naik ke posisi tujuh
Di tengah perayaan gelar Quiles, Veda Ega Pratama juga mencatat hasil yang berarti bagi klasemennya. Pembalap Indonesia itu finis keenam setelah sempat berada di posisi kedua pada awal lomba. Ia kemudian turun ke posisi ketujuh sebelum kembali naik dan mengakhiri balapan di urutan keenam.
Veda finis 12,017 detik di belakang Quiles. Tambahan 10 poin membuat koleksinya menjadi 315 poin dan mengangkatnya ke peringkat ketujuh klasemen Moto3 2026. Ia menggeser pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang finis ke-14 di Mandalika dan kini berada di posisi kesembilan dengan 107 poin.
Balapan berlangsung ketat. Veda mampu bersaing dengan para pembalap di barisan depan pada lap-lap awal, sementara dukungan penonton tuan rumah terdengar sepanjang lomba. Meski tidak naik podium, hasil keenam membuat posisinya di klasemen membaik.
Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menilai pencapaian Veda sebagai rookie Moto3 sudah baik. Ia meminta masyarakat tetap mendukung pembalap muda itu tanpa membebani dengan target yang terlalu tinggi. Menurutnya, Veda dan Mario Aji tetap menjadi pembalap lokal yang patut mendapat dukungan.
Gelar Quiles dan hasil Veda memberi warna tersendiri bagi Moto3 Mandalika 2026. Lima seri tersisa akan menjadi kesempatan bagi para pembalap untuk memperbaiki posisi, sementara perhatian publik Indonesia juga tertuju pada perkembangan Veda setelah mendapat tambahan poin di kandang sendiri.

