OJK Genjot Reformasi Usai Peringatan MSCI soal Bursa RI

OJK Genjot Reformasi Usai Peringatan MSCI soal Bursa RI

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengaku belum beristirahat sejak akhir pekan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyebut pasar modal Indonesia berpotensi turun status menjadi Standalone Market. Pernyataan itu disampaikan di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Selasa (20/10/2026).

Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengatakan dirinya terus memantau perkembangan sejak Jumat. OJK, kata dia, akan melanjutkan pembenahan pasar modal, termasuk pada aspek integritas, keterbukaan informasi, dan penegakan hukum.

“Saya dari hari Jumat, Sabtu, Minggu sampai sekarang belum istirahat,” ujar Kiki dalam acara Ijtima’ Sanawi di Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat.

Tekanan pasar muncul setelah MSCI menyampaikan potensi perubahan status tersebut. OJK menyatakan reformasi akan terus dilakukan untuk merespons kondisi itu sekaligus membangun kembali kepercayaan investor.

OJK tekankan integritas dan penegakan hukum

Kiki mengatakan pembenahan pasar modal tidak hanya menyangkut satu aspek. OJK, menurut dia, terus memperbaiki integritas dan keterbukaan, sembari memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran.

“Saat ini reformasi di pasar modal terus kita laksanakan, perbaikan-perbaikan terus kita laksanakan, baik itu dari sisi integritas, keterbukaan, kemudian enforcement juga terus kita tegakkan,” katanya.

Pernyataan itu menempatkan reformasi sebagai langkah berkelanjutan, bukan respons yang berhenti setelah gejolak mereda. Bagi regulator, keterbukaan dan integritas merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap pasar. Namun, Kiki tidak merinci dalam kesempatan tersebut bentuk atau jadwal kebijakan baru yang akan ditempuh.

Tekanan terhadap IHSG dan potensi perubahan klasifikasi oleh MSCI menjadi latar penting bagi agenda pembenahan itu. OJK menyatakan akan terus bekerja pada aspek yang dinilai perlu diperbaiki, sementara investor mencermati dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.

Investor diminta memilah fundamental dan sentimen

Di tengah pergerakan pasar yang bergejolak, Kiki mengingatkan investor agar membedakan kondisi fundamental ekonomi dari sentimen pasar yang bisa bersifat sementara. Ia merujuk pada kinerja emiten pada kuartal II-2026 yang, dari sisi pendapatan maupun laba, masih menunjukkan peningkatan yang baik.

Menurut Kiki, pasar modal Indonesia juga ditopang kapitalisasi pasar dan modalitas yang kuat. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan perekonomian nasional yang solid. Penjelasan itu disampaikan untuk memberi gambaran bahwa tekanan di pasar tidak serta-merta menggambarkan kondisi fundamental yang sama.

Meski demikian, pernyataan tersebut tidak menghapus perhatian terhadap respons pasar setelah pengumuman MSCI. OJK tetap menempatkan pembenahan dan upaya membangun kepercayaan sebagai pekerjaan yang perlu dilanjutkan, sementara investor menimbang informasi yang tersedia sebelum mengambil keputusan.

IHSG mulai rebound, kepercayaan jadi perhatian

Kiki menyampaikan optimisme bahwa IHSG mulai berangsur pulih. Ia menyebut indeks telah bergerak rebound pada perdagangan hari itu. Pergerakan tersebut menjadi perkembangan yang disorot di tengah tekanan yang muncul setelah kabar mengenai kemungkinan penurunan status pasar Indonesia.

“Alhamdulillah hari ini sudah mulai rebound ya. Yang penting kita terus bangun kepercayaan,” ujar Kiki.

OJK belum menyatakan bahwa pemulihan indeks itu menandai berakhirnya gejolak. Pesan yang ditekankan Kiki adalah perlunya menjaga kepercayaan melalui reformasi dan memperkuat penegakan aturan. Di saat yang sama, investor diminta melihat kinerja emiten dan kondisi ekonomi secara terpisah dari sentimen pasar jangka pendek.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada keberlanjutan pembenahan pasar modal dan perkembangan respons investor terhadap risiko perubahan klasifikasi MSCI. Bagi OJK, menjaga integritas serta keterbukaan menjadi bagian penting dari upaya memastikan pasar tetap dipercaya, sementara pergerakan IHSG akan terus menjadi salah satu cerminan sentimen yang berkembang.