Persija Jakarta mengawali Super League 2026/2027 dengan empat kemenangan beruntun di bawah arahan Shin Tae-yong. Macan Kemayoran mengumpulkan 12 poin, memuncaki klasemen sementara, dan baru kebobolan satu gol dalam empat pertandingan.
Catatan tersebut menandai awal yang meyakinkan bagi Persija. Tim ibu kota bukan hanya konsisten meraih poin penuh, tetapi juga memperlihatkan pertahanan rapat dan kemampuan menentukan hasil pada momen-momen krusial.
Persija menaklukkan Borneo FC dan Persib Bandung
Perjalanan Persija dimulai dengan kemenangan tandang atas Borneo FC. Bermain di markas lawan, tim asuhan Shin Tae-yong menjaga kedisiplinan permainan hingga Alexander Jeremejeff mencetak gol pada menit ke-45. Gol tunggal itu cukup untuk membawa pulang tiga poin.
Pekan berikutnya, Persija menghadapi Persib Bandung dalam laga penuh gengsi. Jeremejeff kembali mencatatkan namanya di papan skor, kali ini pada menit ke-41, untuk membawa Persija unggul lebih dahulu. Namun, pertandingan belum selesai hingga waktu normal berakhir.
Gol Ivan Mamut pada menit ke-90+4 memastikan Persija menang 2-1. Hasil itu memberi tim ibu kota kemenangan penting sekaligus menjaga laju sempurna mereka di awal kompetisi.
Setelah melewati dua pertandingan dengan ujian berbeda, Persija kembali meraih kemenangan pada pekan ketiga. Mereka menjamu tim promosi Java United FC dan mencetak gol cepat lewat Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-13. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang memastikan tiga poin tetap berada di Jakarta.
Pesta gol Persija di kandang PSIM Yogyakarta
Penampilan paling produktif Persija sejauh ini terjadi saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada pekan keempat. Setelah menjalani babak pertama, Macan Kemayoran tampil dominan pada paruh kedua dan mencetak empat gol tanpa balas.
Jeremejeff membuka keunggulan pada menit ke-77. Stjepan Lončar kemudian mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-81 dan 90+4. Kwon Chang-hoon turut menyumbang gol pada menit ke-87 untuk melengkapi kemenangan 4-0.
Hasil di Yogyakarta memperpanjang catatan kemenangan Persija menjadi empat pertandingan. Kemenangan dengan selisih empat gol itu juga menambah bukti bahwa produktivitas tim tidak hanya bertumpu pada satu pertandingan atau satu pencetak gol.
Jeremejeff kini mengoleksi tiga gol dari empat laga. Penyerang asing tersebut mencetak gol pada pertandingan melawan Borneo FC, Persib, dan PSIM. Sementara itu, gol-gol dari Mamut, Arlyansyah, Lončar, dan Kwon menunjukkan bahwa pemain lain juga ikut berkontribusi dalam rangkaian hasil positif tersebut.
Disiplin bertahan jadi modal Shin Tae-yong
Di balik hasil sempurna itu, pertahanan menjadi salah satu kekuatan utama Persija. Mereka mencatatkan tiga clean sheet dan hanya sekali kebobolan, yakni saat menang 2-1 atas Persib. Rekor tersebut memperlihatkan betapa pentingnya kedisiplinan lini belakang dalam menjaga keunggulan dan mengamankan poin.
Pendekatan permainan Shin Tae-yong disebut mengandalkan kebugaran fisik, transisi cepat, dan pertahanan rapat. Dalam empat laga pembuka, Persija mampu memadukan organisasi bertahan dengan efektivitas di depan gawang. Ketika menghadapi PSIM, misalnya, mereka mengubah dominasi pada babak kedua menjadi empat gol.
Dengan 12 poin, Persija menempati posisi pertama klasemen sementara Super League 2026/2027. Start ini tentu menjadi dorongan bagi suporter The Jakmania, yang berharap tim kesayangan mereka mampu bersaing hingga akhir musim.
Namun, perjalanan kompetisi masih panjang. Empat kemenangan awal memberi Persija fondasi yang kuat, tetapi konsistensi akan terus diuji dalam laga-laga berikutnya. Bagi Shin Tae-yong dan skuadnya, tantangan selanjutnya adalah mempertahankan disiplin serta ketajaman yang telah mengantar mereka ke puncak klasemen.

