Musim flu dan batuk membuat pemilihan tempat olahraga perlu mendapat perhatian, terutama bagi mereka yang berlatih di dalam ruangan. Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Zaini Kadhafi Saragih, SpKO(K), menyarankan masyarakat memilih gym dengan sirkulasi udara yang baik untuk mengurangi risiko penularan penyakit saluran pernapasan.
Menurut Zaini, flu dapat menular melalui udara. Karena itu, kondisi udara di tempat berolahraga menjadi salah satu hal yang patut dipertimbangkan sebelum seseorang menggunakan fasilitas umum. Gym yang tertutup, dengan udara yang tidak banyak berganti, berbeda dari tempat terbuka yang aliran udaranya terus berubah.
Olahraga tetap dapat dilakukan dengan mempertimbangkan situasi tempatnya. Pilihan antara gym dan ruang terbuka bisa disesuaikan dengan kondisi fasilitas, terutama bagaimana udara bersirkulasi di area latihan.
Perhatikan sirkulasi udara di gym
Di ruang tertutup seperti gym, udara berada dalam area yang sama. Zaini menyarankan pengunjung mencari tempat olahraga yang memiliki sirkulasi udara bagus. Pertimbangan ini penting karena penularan penyakit pernapasan, termasuk flu, dapat terjadi melalui udara.
Ia juga menyebut sistem penyaringan udara sebagai faktor yang dapat diperhatikan. Gym dengan AC yang dilengkapi filter udara bisa menjadi pilihan. Keberadaan filter merupakan salah satu hal yang dapat ditanyakan atau diamati ketika seseorang sedang menentukan tempat berlatih.
Namun, fokusnya bukan sekadar ada atau tidaknya pendingin ruangan. Hal yang ditekankan Zaini adalah kualitas sirkulasi udara di dalam fasilitas tersebut. Udara yang terus berputar di ruangan tertutup menjadi alasan mengapa calon pengunjung sebaiknya menilai kondisi tempat sebelum menjadikannya lokasi olahraga rutin.
“Kalau tempat olahraganya tertutup, misalnya gym, kita cari gym yang sirkulasi udaranya bagus,” ujar Zaini saat berbicara dengan detikcom, Selasa (13/10/2026).
Imbauan itu memberi perhatian pada aspek lingkungan, bukan hanya jenis latihan yang dilakukan. Saat berolahraga di tempat umum, pengunjung berbagi ruang dengan orang lain. Memilih fasilitas dengan sirkulasi yang baik dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko tertular, meski tidak berarti tempat tersebut sepenuhnya bebas dari kemungkinan penularan.
Olahraga outdoor menjadi alternatif
Bagi yang memiliki pilihan, olahraga di luar ruangan relatif lebih aman menurut Zaini. Di area terbuka, udara berganti secara terus-menerus dan tidak berputar di satu tempat seperti dalam ruang tertutup. Perbedaan inilah yang menjadi dasar pertimbangannya saat membandingkan olahraga outdoor dengan latihan di gym.
“Kalau kita olahraga di tempat terbuka atau outdoor, itu relatif lebih aman sebetulnya. Kenapa? Karena udaranya bertukar terus, tidak mutar-mutar di satu tempat,” jelasnya.
Pilihan berolahraga di luar ruangan dapat dipertimbangkan ketika seseorang ingin tetap aktif, tetapi menghindari ruang tertutup. Tentu, ketersediaan tempat dan jenis aktivitas yang hendak dilakukan turut menentukan pilihan masing-masing. Inti saran tersebut adalah memperhatikan apakah udara di lokasi latihan dapat berganti dengan baik.
Untuk olahraga yang tetap dilakukan di gym, saran Zaini mengarah pada pemeriksaan sirkulasi dan penyaringan udara. Sementara itu, area terbuka menawarkan pertukaran udara yang terus berlangsung. Kedua pertimbangan ini membantu masyarakat mengambil keputusan berdasarkan karakter tempat, tanpa mengabaikan risiko penularan penyakit pernapasan.
Sesuaikan tempat latihan dengan kondisi
Musim flu dan batuk tidak serta-merta berarti seseorang harus berhenti berolahraga. Namun, saat hendak menggunakan fasilitas umum, kondisi ruang patut masuk dalam pertimbangan. Memilih gym dengan sirkulasi udara baik atau beralih ke lokasi outdoor merupakan pilihan yang disampaikan dokter untuk membantu menekan risiko penularan.
Saran tersebut juga mengingatkan bahwa fasilitas olahraga memiliki kondisi yang beragam. Pengunjung dapat memperhatikan apakah tempat latihan berada di ruang tertutup, bagaimana udara bersirkulasi, dan apakah tersedia sistem penyaringan, termasuk filter pada AC. Zaini tidak menyebut satu ukuran khusus untuk menilai sirkulasi, sehingga pilihan dapat berangkat dari kondisi fasilitas yang tersedia.
Pada akhirnya, tempat berolahraga yang tepat bergantung pada situasi dan pilihan setiap orang. Saat flu dan batuk sedang menjadi perhatian, mempertimbangkan kualitas udara sebelum berlatih dapat menjadi langkah sederhana. Bagi yang ragu dengan kondisi ruang tertutup, olahraga outdoor bisa menjadi alternatif dengan pertukaran udara yang lebih leluasa.

