Ronaldo Tegaskan Dirinya Terbaik, Target 1.000 Gol Santai

Ronaldo Tegaskan Dirinya Terbaik, Target 1.000 Gol Santai

Cristiano Ronaldo kembali menyatakan dirinya sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Dalam wawancara dengan CNN Portugal yang dikutip Goal.com, penyerang asal Portugal itu mengatakan catatan gol dan kemampuannya di berbagai aspek permainan menjadi dasar keyakinannya—meski ia memahami penggemar bisa memilih Lionel Messi, Pelé, atau Diego Maradona.

Pernyataan itu muncul ketika Ronaldo semakin dekat dengan tonggak 1.000 gol sepanjang karier. Namun, ia menegaskan angka tersebut bukan target yang ingin dikejar dengan tekanan. Baginya, performa dan gol yang sudah dicetak layak diapresiasi, terlepas dari apakah ia kelak mencapai angka bulat tersebut.

Ronaldo yakin statistik membuktikan kemampuannya

Ronaldo menyebut dirinya sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah dan menilai dirinya memiliki kemampuan yang lengkap. Ia mencontohkan kontribusi dengan kaki kiri, meski bukan pemain kidal, serta kemampuannya dalam duel udara, tendangan bebas, kecepatan, kekuatan, dan lompatan.

“Saya adalah pemain paling komplet yang pernah ada. Saya jago sundulan, jago tendangan bebas, cepat, kuat, dan jago melompat. Saya belum pernah melihat siapa pun yang lebih baik dari saya,” kata Ronaldo, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.

Ia juga membedakan antara preferensi pribadi dan penilaian terhadap pencapaian seorang pemain. Ronaldo mengakui orang bebas memilih sosok lain sebagai yang terbaik. Messi, Pelé, dan Maradona, menurutnya, memang bisa menjadi pilihan para penggemar.

“Preferensi pribadi itu satu hal. Orang bisa mengatakan ini, ini, ini… lalu lebih memilih Messi, Pelé, atau Maradona. Saya memahami dan menghormatinya,” ujarnya. Namun, ia menilai menyebut dirinya bukan pemain yang komplet merupakan klaim yang tidak benar.

Persaingan dengan Messi disebut sehat

Persaingan Ronaldo dan Messi selama bertahun-tahun kerap menjadi pusat perdebatan sepak bola. Keduanya bergantian mendominasi panggung penghargaan dan mencetak rekor, tetapi Ronaldo mengatakan hubungan mereka di luar lapangan tidak sekeras gambaran rivalitas yang berkembang di kalangan pendukung.

Ronaldo mengenang bahwa mereka berbagi panggung penghargaan selama sekitar 15 tahun. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan membantu Messi memahami arahan berbahasa Inggris saat menghadiri acara penghargaan Ballon d’Or. Menurutnya, interaksi itu berlangsung dengan akrab dan disertai rasa saling menghormati.

“Dia selalu memperlakukan saya dengan baik. Tentu saja dia membela klubnya dan saya membela klub saya. Dia membela tim nasionalnya dan saya membela tim nasional saya,” kata Ronaldo.

Ia menggambarkan kompetisi di antara mereka sebagai persaingan sehat yang mendorong keduanya tampil lebih baik. Ronaldo membandingkannya dengan rivalitas pembalap Formula 1 Ayrton Senna dan Alain Prost. Dalam masa puncak karier, kata dia, masing-masing berusaha mencetak gol dan memberikan yang terbaik.

Perbandingan prestasi keduanya memang kerap menjadi bahan diskusi. Messi memiliki lebih banyak Ballon d’Or dan gelar Piala Dunia, sedangkan Ronaldo unggul dalam jumlah gelar Liga Champions, menurut data yang dicantumkan dalam laporan Goal.com. Ronaldo mengakui perbedaan pilihan publik, tetapi tetap berpegang pada penilaiannya sendiri.

Tak ingin angka 1.000 gol menjadi tekanan

Goal.com menyebut Ronaldo telah mengoleksi 980 gol sepanjang kariernya dan tinggal membutuhkan 20 gol untuk mencapai 1.000. Di tengah sorotan terhadap hitungan tersebut, ia merasa pembicaraan soal gol yang masih harus dicetak justru menutupi penilaian terhadap performanya saat ini.

“Orang-orang tidak menghargai performa saya saat ini, gol-gol saya. Mereka lebih sibuk mengatakan bahwa masih ada 85 gol lagi,” ujarnya. Ronaldo menegaskan dirinya tidak ingin menjadikan target 1.000 gol sebagai beban. Jika jumlah akhirnya 920, 925, atau 930 gol, ia tetap yakin pencapaiannya cukup untuk menempatkannya sebagai pemain terbaik.

Ia tidak menutup kemungkinan mencapai tonggak tersebut, tetapi ingin semuanya berlangsung secara alami. “Jika saya mencapainya, luar biasa,” kata Ronaldo. Baginya, angka-angka sepanjang karier sudah berbicara, sementara perjalanan menuju akhir karier sebaiknya dijalani dengan fokus pada apa yang bisa dilakukan saat ini.

Keyakinan Ronaldo kemungkinan tetap akan mengundang perdebatan, seperti halnya setiap klaim tentang pemain terbaik sepanjang masa. Namun, sikapnya menunjukkan bahwa ia ingin warisannya dinilai dari keseluruhan karier—bukan hanya satu angka yang belum tercapai.