Tautan yang menawarkan bantuan handphone gratis dan rekening baru berisi saldo Rp50 ribu dari pemerintah dipastikan sebagai penipuan. Pemeriksa fakta menemukan tautan tersebut mengarah ke formulir yang meminta data pribadi, bukan ke laman resmi untuk mendaftar program pemerintah.
Informasi itu beredar melalui unggahan akun Facebook bernama “Bantuan pemerintah Hendphone & Rekening” pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pengunggah mengajak warga segera mendaftarkan diri melalui tautan yang disertakan dalam unggahan.
“Pemerintah meluncurkan bantuan hp gratis & rekening baru bagi warga Indonesia saldo awal rekening bagi setiap orang Rp.50 ribu buruan daftarkan data diri.”
Hingga Rabu, 21 Oktober 2026, unggahan tersebut tercatat mendapat sekitar 30 tanda suka dan 40 komentar. Namun, pemeriksaan terhadap tautan menunjukkan adanya risiko pencurian data, sementara klaim tentang bantuan HP tidak didukung informasi resmi yang ditemukan.
Formulir meminta nama, alamat, dan nomor Telegram
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo, melalui TurnBackHoax, menelusuri tautan yang tercantum dalam unggahan. Tautan itu membawa pengguna ke formulir digital yang meminta sejumlah informasi pribadi, termasuk nama, alamat, dan nomor Telegram.
Permintaan data tersebut menjadi alasan penting bagi warga untuk tidak mengisi formulir secara sembarangan. TurnBackHoax mengategorikan klaim tersebut sebagai penipuan. Tautan yang meminta identitas atau kontak pribadi dengan iming-iming bantuan berisiko dimanfaatkan untuk mengambil data, meski unggahan menggunakan nama atau narasi yang mengatasnamakan pemerintah.
Karena itu, warga sebaiknya tidak meneruskan tautan tersebut dan tidak memasukkan data diri ke dalam formulir. Informasi bantuan perlu diperiksa melalui kanal resmi instansi terkait, bukan hanya berdasarkan unggahan yang meminta pendaftaran cepat di media sosial.
Wacana rekening gratis berbeda dari klaim bantuan HP
Dalam penelusurannya, TurnBackHoax menemukan pemberitaan mengenai rencana pemberian rekening gratis bagi masyarakat yang berusia 17 tahun. Artikel yang dirujuk, terbit pada 23 September 2026, menyebut rencana tersebut ditunda hingga 2027.
Menurut pemberitaan itu, rekening akan diberikan secara otomatis kepada masyarakat yang memasuki usia 17 tahun, bersamaan dengan proses pembuatan KTP. Informasi tersebut berbeda dari unggahan yang meminta warga membuka tautan dan mengisi formulir untuk memperoleh rekening baru dengan saldo awal Rp50 ribu.
Perbedaan itu penting diperhatikan. Adanya pemberitaan mengenai wacana rekening gratis tidak membuktikan bahwa tautan di Facebook merupakan jalur pendaftaran resmi, apalagi bahwa pemerintah juga membagikan HP gratis melalui formulir tersebut. Klaim-klaim dalam unggahan harus diperiksa satu per satu, bukan dianggap benar hanya karena memuat isu yang pernah diberitakan.
Untuk klaim bantuan HP, penelusuran kata kunci oleh TurnBackHoax mengarah pada pemeriksaan fakta terdahulu tentang tautan bantuan laptop dan ponsel untuk mahasiswa. Klaim tersebut juga dinyatakan sebagai hoaks. Temuan itu memperkuat perlunya kehati-hatian terhadap tautan bantuan perangkat yang tidak disertai rujukan resmi.
Periksa sumber sebelum membagikan tautan bantuan
Modus seperti ini memanfaatkan kabar bantuan yang menarik perhatian, lalu mengarahkan calon penerima ke formulir pengumpulan data. Nama program, janji saldo, maupun penggunaan kata “pemerintah” dalam unggahan tidak dengan sendirinya membuktikan informasi tersebut benar.
Sebelum mendaftar, warga dapat mengecek apakah program diumumkan melalui situs atau akun resmi instansi yang berwenang. Jika tautan meminta informasi pribadi tanpa penjelasan yang dapat diverifikasi, jangan mengisi atau menyebarkannya. Langkah sederhana itu dapat membantu mencegah data pribadi jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kesimpulannya, unggahan yang menawarkan bantuan HP gratis sekaligus rekening baru bersaldo Rp50 ribu bukan informasi pendaftaran resmi. Masyarakat perlu memisahkan wacana rekening yang diberitakan dari tawaran bantuan dalam tautan tersebut, serta menunggu pengumuman langsung dari pemerintah jika ada program yang benar-benar dilaksanakan.

